IV. Apakah yang
dimaksud dengan Teknologi Informasi? Berilah contoh teknologi informasi dalam
bidang pelayanan kesehatan terutama dalam rekam medis?
1. Menurut
Haaq dan Keen :
“Seperangkat alat
yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang
berhubungan dengan pemrosesan informasi”.
2. Menurut
Buku
“Teknologi
Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk
menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk
kata-kata, bilangan, dan gambar”. (kamus Oxford, 1995)
3. Menurut
Bahasa
“Teknologi adalah
pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong
manusia menyelesaikan masalahnya.”
“Informasi adalah
hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data
yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya.”
Jadi Dapat
disimpulkan teknologi informasi adalah alat atau perangkat tertentu
yang bisa membantu manusia untuk mengolah, mengorganisasikan data atau pesan
untuk di sampaikan kepada objek yang di tuju.
Dewasa ini teknologi informasi berkembang
sangat pesat. Teknologi Informasi bagai virus yang menyebar cepat ke seluruh
sendi kehidupan manusia, merambah ke berbagai elemen, kalau boleh dibilang
kehadirannya membawa suatu perubahan yang berarti. Segala hal jadi keliatan
terasa lebih praktis dan serba instan. Perkembangan teknologi informasi
tersebut sangat berpengaruh dalam berbagai bidang kehidupan tak terkecuali
bidang kesehatan. Pengaruh tersebut dapat terlihat pada hampir semua aspek
pelayanan kesehatan. Aspek pelayanan kesehatan langsung terhadap pasien yang
paling berpengaruh dengan adanya perkembangan teknologi informasi ini adalah
bidang rekam medis. Sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar
bagi pelayanan kesehatan, perekam medis mempunyai peranan penting untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan adanya pemanfaatan teknologi
informasi inilah, diharapkan mutu pelayanan kesehatan bisa lebih meningkat.
Tentu saja baik Rumah Sakit maupun Puskesmas yang telah menerapkan rekam medis
berbasis komputer akan sangat merasakan manfaat dari teknologi informasi ini,
bukan hanya pekerjanya tetapi juga pasiennya. Hal tersebut akan sangat terlihat
mulai dari sistem pendaftaran pasien, pengelolaan berkas rekam medis,
pengkodean diagnosis, indexing dan pelaporan.
Salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi
informasi dan komunikasi di rumah sakit adalah penerapan rekam medis berbasis komputer.
Pengertian rekam medis berbasis komuter bervarisai, akan tetapi, secara prinsip
adalah penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta
setiap event dalam mmanajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis
komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal
daarihasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG), radiologi,
dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam
medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas
pendukung keputusan(SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan
diagnosis maupun terapi agar dokter maupun klinisi dapat mematuhi protokol
klinik.
Dari pendaftaran
pasien, kita akan melihat berbagai manfaat dengan adanya teknologi informasi
ini diantaranya, pada formulir pasien baru yang sudah terkomputerisasi, petugas
pendaftaran hanya perlu menginput data pasien ke dalam komputer kemudian
komputer akan secara otomatis memproses data tersebut untuk disimpan dalam
bentuk IUP, dicetak menjadi KIB, mencetak nomor antrian berobat dan label untuk
peminjaman berkas rekam medis di filing. Bagi pasien lama dengan adanya sistem
pendaftaran yang sudah terkomputerisasi ini maka untuk mencari identitas pasien
cukup dengan memasukkan nama atau nomor rekam medis pasien kemudian klik cari
maka akan muncul data identitas pasien yang dicari, selanjutnya tinggal isikan
data yang belum terisi misalnya tanggal kunjungan dan klinik yang dituju.
Dengan begitu akan sangat menghemat tenaga maupun waktu karena petugas tidak
perlu membuatkan dan menuliskan data pasien dalam buku register, KIUP, KIB dan
formulir pada berkas rekam medis, sedangkan untuk pasiennya, pelayanan yang
diberikan akan lebih cepat sehingga pasien tidak perlu menunggu lama serta
dapat menghindari antrean pasien yang terlalu banyak. Selain itu untuk
penomoran berkas rekam medis pun apabila sudah terkomputerisasi akan lebih
mudah karena petugas akan secara otomatis mendapatkan nomor rekam medis baru
yang belum terpakai dengan cepat dan kemungkinan terjadi penggunaan nomor rekam
medis ganda juga semakin kecil.
Dari segi pengelolaan berkas di ruang filing akan lebih mudah karena petugas
hanya cukup menginput data tanggal peminjaman dan pengembalian serta klinik
yang meminjam maka sistem (komputer) sudah akan otomatis menyimpan data
tersebut. Jadi nanti apabila pada saat ada klinik atau dokter yang ingin
meminjam berkas namun berkas tersebut tidak ada diruang filing, maka petugas
filing dapat mencarinya melalui komputer sehingga akan diketahui letak berkas.
Disamping hal tersebut dengan adanya teknologi informasi ini dapat memudahkan
dalam mengetahui ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis secara akurat,
hal ini dapat digunakan sebagai salah satu penilaian dalam akreditasi rumah
sakit.
Dari segi pengkodean diagnosis dapat dipermudah dan dipercepat dengan adanya
ICD elektronik, hal ini akan sangat membantu karena petugas hanya cukup
mengetikkan leadterm kemudian mencari dan mengklik hasil pencarian dari
leadterm tersebut hingga ditemukan diagnosis yang tepat. Dengan adanya ICD
elektronik ini sangat memudahkan petugas coding dalam mencari diagnosis karena
tidak perlu berkali-kali membuka ICD terutama apabila menggunakan ICD-10 volume
3 kemudian mencocokkan ke volume 1.
Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dalam pembuatan sistem untuk
indexing ternyata sangat membantu petugas index dalam memasukkan kode
diagnosis. Apabila kode diagnosis sudah dimasukkan maka secara otomatis akan
muncul nama diagnosis sesuai kode yang dimasukkan tersebut. Hal ini sangat
menghemat waktu karena petugas koding tidak perlu mengetikkan nama diagnosis.
Data yang dimasukkan pun akan lebih aman apabila disimpan dalam komputer.
Dari segi
pelaporan, akan lebih mudah dan akurat karena pada masing-masing sistem datanya
akan terkumpul menjadi satu sehingga akan sangat mudah bagi petugas pelaporan
untuk melihat data laporan, mengecek kesesuaian laporan yang ada di sistem
dengan yang ada di lapangan melalui kertas yang diberikan oleh masing-masing
klinik (untuk laporan sensus harian), mengolahnya menjadi laporan eksternal dan
internal serta menginputnya untuk keperluan laporan eksternal rumah sakit,
misalnya untuk laporan kepada Dinas Kesehatan. Dengan adanya kemajuan teknologi
informasi ini, dalam pelaporan terhadap BPJS, Dinas Kesehatan, Asuransi dan
lain sebagainya, pihak rumah sakit tidak perlu bersusah payah untuk datang ke
tempatnya langsung untuk memberikan laporan tetapi hanya perlu menginputkan
hasil laporannya ke dalam sistem yang telah disediakan kemudian laporan
tersebut akan secara otomatis terkirim atau dapat dilihat oleh pihak yang ingin
dituju (BPJS, Dinas Kesehatan, Asuransi dan lain sebagainya).
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kemajuan teknologi
informasi sangat berpengaruh dalam pelayanan kesehatan terutama bidang rekam
medis diantaranya pelayanan yang diberikan kepada pasien akan lebih cepat dan
lebih terjamin keakuratan datanya. Bagi petugas rekam medis manfaatnya adalah
dapat menghemat waktu, menghemat tenaga serta lebih memudahkan dalam proses
kerja. Yang lebih penting adalah data yang dimasukkan dapat terkumpul dan
terorganisir menjadi satu sehingga memudahkan petugas dalam mengakses maupun
melihat data serta data yang telah disimpan tidak akan hilang dan tidak akan
tercecer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar