About Me

Jumat, 16 Oktober 2015

PENINGKATAN SAFETY PASIEN DAN PELAYANAN PASIEN

Teknologi Informasi adalah kebutuhan yang tidak boleh tidak pada akhirnya harus diadakan oleh rumah sakit untuk pengiriman informasi pasien di rumah sakit. Seiring makin rumitnya pengiriman informasi yang harus dikirimkan.  Perawat sebagai pemberi jasa perawatan dan pasien sebagai penerima saling bergantung dalam kebutuhan informasi ini. Berbagai peralatan dapat digunakan untuk memudahkannya. Semua hal di atas dapat meningkatkan  mutu asuhan dan mendorong patient safetymenuju kepuasan pelayanan.

Keselamatan dan keamanan merupakan kebutuhan dasar manusia menurut hirarki Maslow. Keselamatan juga merupakan hal yang sangat penting dalam setiap pelayanan kesehatan, sehingga dapat dikatakan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab dari pemberi jasa pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan terutama pelayanan keperawatan di setiap unit perawatan baik akut maupun lanjutan harus berfokus pada keselamatan pasien baik dalam tatanan rumah sakit, komunitas maupun perawatan di rumah (Taylor, 1997).

Globalisasi pada akhirnya juga melanda Indonesia, berbagai kemajuan teknologi juga datang ke Indonesia. Teknologi komputer juga kemudian mulai merambah teknologi informasi di rumah sakit. Sumberdaya manusianya juga perlu untuk dapat beradaptasi, sehingga mampu menggunakan teknologi untuk mengambil data, menyimpan dan atau mengirimkannya. Data yang dikirimkan harus terpadu karena kompleksnya data yang dimasukkan, sehingga menjadi lebih efisien dan dapat diterima. Data terpadu adalah data yang relevan yang dapat digunakan orang lain untuk memecahkan masalah pasien (Gillies, 1996).

Data terpadu yang rumit, dapat disederhanakan dengan otomatisasi, sehingga mudah pengisiannya, diakses, dibaca, dimengerti dan disimpan serta dikirimkan. Program terbaru komputer ini sekarang juga dapat dipadukan dengan berbagai gadgetatau peralatan tambahan yang memungkinkan pengiriman informasi lebih akurat, cepat dan menjamin mutu.
Penyimpanan, editing dan sistem  yang akurat memungkinkan data dapat dikategorikan bermutu. Data yang bermutu akan membuat tindakan yang dilakukan dalam asuhan keperawatan juga bermutu. Dampak ikutannya kemudian adalah asuhan yang bermutu yang menjamin patient safety. Apabila patient safety terlaksana sangat memungkinkan terjadinya kepuasan pasien. Meskipun perawat tidak dapat menjamin, bahwa asuhan bermutu pasti membawa pasien selamat dari sakitnya, yang berarti tidak mungkin mati.

BERBAGAI GADGET DAN SOFTWARE YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI KESEHATAN
1.    StavroX
Sebuah software yang dapat digunakan untuk menganalisis secara lebih akurat interaksi protein dalam saluran pencernaan.(Goetze, 2010) Software ini dimasukkan dalam spectrometer.

2.    DigiSwitch
Alat yang dipakai untuk memasukkan data kesehatan pada manula yang dipasang di rumah yang dapat memenuhi kebutuhan privasi pasien untuk menjaga kerahasiaannya (Caine, 2010). Alat ini bisa menjadi pengumpul data yang akurat selama pasien dirawat, yang memerlukan jangka waktu lama. Perawat bisa datang sewaktu diperlukan, apabila ada pengiriman informasi mengenai keadaan emergensi atau memerlukan pertolongan perawat.

3.     Computer Clinical Decision Support Systems(CDSSs)
Informasi teknologi juga dapat dipadukan dengan software yang dapat menganalisa terapi insulin secara intensif. Pada saat pelaksaan pemberian terapi sebagai alat monitoring pemberiannya sehingga lebih akurat (Campion, 2011). Teknologi ini memungkinkan tidak terjadinya kesalahan setelah atau akibat terlambatnya pemberian insulin yang dapat berkibat shock hipo/hiperglikemik.


4.    Unit Monitor Acute Post Surgical
Alat yang dipakai untuk memonitor pasien setelah menjalani operasi sangat penting untuk memastikan keadaan. Perawat perlu perlu mengadopsi kemampuan agar dapat menggunakan alat ini, sehingga kondisi aktual pasien dapat dipastikan.  Bila kondsi aktual dapat dipastikan, maka tindakan yang dilakukan akan sesuai dengan yang dibutuhkan (Jeskey, 2011).

5.        Personal Electronic Health Records
PEHR ini adalah alat yang lebih universal, karena digunakan oleh semua usia dan dapat menjamin mutu, kelangsungan dan kewajaran data yang didapatkan (Roberts, 2009).

6.        Electronic Personal Health Record
Teknologi informasi yang digunakan untuk menjamin terkumpulnya data yang dapat dipakai sebagai referensi ketika diperlukan. Data diperlukan untuk follow up kasus atau penelitian, bisa juga dikatakan sebagai bagian data dari sebuah kepustakaan. Data untuk rumah sakit dalm perhitungan statistik dan juga untuk asuransi kesehatan. Data ini bisa juga diakses oleh yang bersangkutan untuk mengetahui keadaan dirinya. Data ini bisa diakses oleh orang lain, tetapi dengan tanpa identitas (Jones, 2010).

7.        Telenursing
Sistem ini telah dilaksanakan di negara maju, tetapi masih dilaksanakan di negara berkembang. Sistem ini menggunakan perangkat komputer berhubungan (jaringan) menggunakan teknologi internet. Teknologi ini dapat menjangkau wilayah yang luas, terpencil, orang miskin, pinggiran dan warga masyarakat yang tidak mempunyai asuransi. Telenursing dapat dikembangkan menjadi berbagai fungsi, di antaranya :



1.      Konsultasi Pasien
Data yang didapatkan dari pasien di rumah yang dikirimkan ke rumah sakit atau sentral pelayanan keperawatan direaksi. Reaksinya adalah  dengan Nursing Education atau tindakan segera oleh keluarga atau perawat setelah datang ke rumah pasien.

2.      Remote Monitoring
Hal ini memungkinkan perawat berkurang melakukan secara tradisional di sisi pasien terus menerus. Tindakan tertentu dapat dilakukan secara online misalnya mengubah tetesan infus dengan pengatur infus elektronik yang dihubungkan dengan internet.
Berbagai gadget dan software keperawatan dan kesehatan di atas sebagai yang paling baru dan belum dipakai, karena masih wacana adalah virtual telenursing (Garner, 2010). Teknologi ini hanya menyempurnakan telenursing yang sudah ada dengan sistem teleconference, tetapi ditambahkan teknologi virtual.  Monitor yang semula menggunakan layar tabung atau lcd, diganti layar proyeksi atau hologram.
Berbagai cara di atas semuanya adalah untuk menunjang dalam  mendapatkan dan mengirimkan data yang diperlukan dalam Sistem Informasi Keperawatan (SIK) atau Nursing Information Sistem (NIS) sebagai bagian dari Sistem Informasi Manajemen (SIM) (Gillies, 1996).   
Kemajuan sistem informasi ini menunjang kebutuhan pasien akan mutu keperawatan. Perpaduan kemajuan teknologi dan kemampuan skill keperawatan akan menentukan hasilnya. Adaptasi dan adopsi perawat akan teknologi juga penting untuk dijalani.

Tujuannya adalah :
1.     Membuat standar praktik, ukuran safety, pengaturan praktik sebagai jalan keluar dalam dokumentasi menggunakan komputer.
2.      Menyediakan sarana dokumentasi yang valid dalam keperawatan
3.     Semua perawat mempunyai keterampilan dalam teknologi ini.
4.     Otomatisasi dalam dokumentasi asuhan keperawatan (St Joseph Health, 2009).
Menurut penelitian di Inggris setelah data kesehatan disatukan dalam data nasional ternyata reaksi dan tindakan petugas sangat lambat (Robertson,  2010). Hal di atas ditunjang dengan kemampuan masyarakat untuk mengakses juga lemah, mungkin mereka belum  merasa memerlukan,  kecuali saat sakit baru mereka menyadarinya.  Kemampuan mereka untuk mengakses bagus, tetapi isi yang berhubungan dengan data kesehatan memerlukan penjelasan dari petugas (Piper, 2004). Hal ini berarti sosialisasi dan desiminasi sangat diperlukan.
Teknologi ini praktis untuk digunakan, tetapi teknologi baru yang berbasis barang impor dan terbatas dari sisi jumlah. Membuat biaya investasi yang dikeluarkan sangat besar, disamping itu memerlukan update dan upgrade. Hal ini terjadi karena teknologi, soft ware maupun hard ware-nya selalu berkembang mengikuti penemuan baru yang ada.
Jadii …
Teknologi yang digunakan sangat menunjang dokumentasi informasi data yang dihasilkan.  Analisa yang valid dapat memungkinkan tindakan yang tepat dalam melakukan asuhan keperawatan.
Teknologi yang digunakan diperlukan didampingi oleh petugas yang mumpuni dalam keterampilan menggunakan teknologi komputer.
Ketepatan tindakan dan data menunjang mutu asuhan keperawatan yag pada akhirnya akan pada berdampak  safety berujung pada kepuasan pasien.
Karena penggunaan teknologi internet, ada perubahan budaya lama perawat berada di samping pasien ketika melakukan asuhan. Perawat cukup menekan tombol, memutar data untuk pendidikan kesehatan atau tayangan langsung untuk mengajari keluarga melakukan suatu tindakan.
Sosialisasi, latihan dan desiminasi penting untuk dilakukan agar petugas dapat beradaptasi dan mengadopsi , baik cara maupun informasi yang diterima. Hal ini untuk menghindari malpraktik dan maleficience.
Teknologi yang membutuhkan investasi yang mahal membuat sulit untuk dilaksanakan, tetapi memungkinkan dari sisi potensi dan sumber daya.. Pelaksanaannya dapat dilaksanakan dengan melakukan kerjasama untuk menghemat biaya atau dengan mencari sponsor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar